Medio
Agustus 2006.
Siang itu
langit agak suram.Bukit Menoreh yang biasanya nampak anggun kehijauan di kala
suasana cerah kini berslimut awan kelabu.Seorang gadis berjilbab masuk
ke dalam toko.”Silakan mbak mau nyari apa…?”Sapaku ramah.”Ibunya ada mas…?”
“Oh ada
mbak.”
Ibu Azizah
berdiri dari balik meja kasir dan tersenyum menyambut tamunya.Disamping pembeli
biasanya banyak juga saudara atau
kerabat dari keluarga ibu yang berkunjung sesekali waktu.Ada pula yang berniat
melamar pekerjaan.Tapi aku belum tahu apakah ia kerabat ibu atau tengah
menanyakan pekerjaan.Namun dari pembicaraan yang ku dengar nampaknya ia tengah
melamar pekerjaan.
“Mas
Hanafi…”
“Dalem bu…”
“Tolong
pesankan dua es jeruk di warung mbak Herni.”
“Wah makasih
bu jadi ngrepotin ni…”
Sekilas
kulihat ia nampak malu-malu.
Subhanallah.
Subhanallah.
Anggun
sekali gadis berjilbab yang duduk di depan ibu.Senyumnya sekilas mebuatku terpesona.
“Sudah cepat pergi ke warung sana
nanti saja ibu kenalanya.”
Dengan muka
memerah malu setelah menerima uang sepuluh ribuan aku bergegas ke warung makan
Mbak Herni yang bersebelahan dengan toko Alamanda.
***
Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar